0


ASI perah beku dari kulkas bisa diletakkan terlebih dahulu di ruang pendingin pada kulkas, kemudian hangatkan sebagaimana cara di atas. Yang juga penting diketahui yaitu jangan membekukan ulang ASI perah yang sudah dicairkan.

Ada banyak pilihan tempat untuk menyimpan ASI perah, contohnya botol kaca, botol plastik dengan label bebas bahan berbahaya, ataupun kemasan plastik khusus untuk ASI. Lebih baik hindari menyimpan ASI perah dalam kemasan botol yang sering digunakan untuk keperluan umum.

Jika ASI perah diperlukan segera, maka bunda dapat menempatkannya di bawah air mengalir dengan suhu biasa. Kemudian lanjutkan mengairi dengan air hangat. Kalau belum cukup hangat, simpan botol di dalam mangkuk berisi air hangat. Untuk memeriksa apakah suhu ASI sudah cocok untuk si kecil, teteskan ke pergelangan tangan. Apabila suhu sudah sesuai, bisa langsung diberikan pada si kecil.

Khusus untuk kemasan plastik penampung ASI perah yang lebih berisiko bocor, sebaiknya tempatkan lagi dalam kotak kemasan lain sebelum memasukkannya ke dalam kulkas.

Untuk ASI perah yang akan dibekukan, sebaiknya dimasukkan segera ke kulkas. Tapi, jangan isi penuh plastic kemasan, ASI perah biasanya akan mengembang dalam kondisi membeku.

ASI perah yang dibekukan, sebaiknya tidak langsung dikeluarkan dalam suhu ruang. Beberapa penelitian mengungkap perubahan suhu yang cepat dapat memengaruhi kandungan antibodi yang terdapat dalam ASI yang berkhasiat untuk bayi.

Untuk mengatasi produksi ASI yang kurang melimpah, ibu bisa mencoba menggunakan ASI Booster Tea. Meskipun terlihat mudah, jauhi mencairkan ASI perah menggunakan microwave. Alat ini mungkin dapat menciptakan bintik-bintik pada botol ASI perah yang bisa saja berbahaya bagi si kecil. Sekali lagi, perubahan susu yang terlalu cepat pada ASI perah bisa menghilangkan kandungan antibodi yang diperlukan oleh bayi Anda.

Yang tak kalah penting untuk mencegah perkembangan kuman dari ASI perah diantaranya menjaga kebersihan tangan ketika memerah ASI dalam kemasan. Pakailah sabun saat mencuci tangan sebelum memerah baik menggunakan tangan atau pompa ASI, lalu cuci bersih botol kemasan ASI sebelum dilakukan sterilisasi.

Penting untuk terlebih dahulu melakukan sterilisasi botol ASI perah yang akan dibekukan. Lakukan pembersihan dengan merebus botol dalam air panas mendidih sekitar 5-10 menit. Selain itu, dapat dipakai alat sterilisasi elektrik. Namun, cek mengenai ketahanan kemasan pada label. Hati-hati saat melakukan pembersihan botol yang terbuat dari kaca, karena kemungkinan pecah.

Waktu Penyimpanan
Penyimpanan ASI perah lebih baiknya disesuaikan dengan penggunaannya. ASI yang akan dipakai beberapa hari kemudian, lebih baik disimpan ke dalam bagian lemari pendingin yang tidak akan membuat beku.

ASI perah bisa disimpan mulai dari beberapa jam sampai beberapa bulan, tergantung dari suhu penempatannya.

Tips Mencairkan ASI Perah
ASI perah beku yang dicairkan mungkin akan mengalami perubahan pada bau, warna, dan konsistensinya dibandingkan ASI segar. Beberapa bayi ada yang menolak ASI perah beku, apabila demikian sebaiknya memperpendek masa simpan ASI.

Ingatlah untuk memberikan nama berisi tanggal ASI diperah pada botol kemasan. Dahulukan ASI dalam kemasan yang lebih lama.

Untuk mencairkan ASI perah yang dibekukan, dapat menggunakan penghangat ASI elektrik yang bisa digunakan di rumah atau di mobil. Jika tidak tersedia, maka Anda bisa menempatkan botol penyimpan ASI perah ke dalam panci berisi air hangat. Tunggu beberapa saat. Ingat, jangan meletakan baskom tersebut di atas kompor yang menyala.

Dikirim pada 18 Oktober 2016 di Uncategories
Profile

“ Haji/Hajjah Agus Nglurah ini masih belum mau dikenal orang, mungkin masih malu. “ More About me

Page
Archive
Categories
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 786 kali


connect with ABATASA