0


Calon ibu yang sedang mengandung untuk pertama kalinya mungkin pernah berpikir apakah ASI bisa cepat keluar setelah melahirkan. Atau apakah ASI yang dikeluarkan akan cukup dan bisa mengalir lancar. Dan untuk ibu dengan payudara kecil, kekhawatiran mungkin bertambah dengan beberapa pertanyaan apakah ukuran payudara tersebut membuat produksi ASI semakin sedikit. Untungnya, hal tersebut tidak perlu menjadi bahan pikiran.

Ukuran payudara kecil atau besar ternyata tidak ada sangkut-pautnya dengan kuantitas ASI yang diproduksi setelah ibu melahirkan. Mengapa? Ukuran payudara wanita yang tidak mengandung biasanya ditentukan dengan berapa banyak lemak yang ada. Dan lemak ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan jumlah ASI.

Jumlah ASI yang ibu keluarkan umumnya ditentukan oleh seberapa sering bayi menyusu. Semakin sering si kecil menyusu, semakin banyak pula ASI yang dikeluarkan oleh buah dada ibu.

Ketika hamil, hormon-hormon kehamilan membuat saluran ASI menjadi semakin banyak dan membesar. Hormon tersebut pula yang merangsang kelenjar susu di buah dada untuk mengeluarkan ASI dan mengirimnya ke saluran ASI yang berada di bawah puting dan daerah gelap di sekitar putting.

Dan tahukah bunda apabila buah dada akan membesar dan menjadi lebih berat selama kehamilan? Hal tersebut biasanya terjadi memasuki usia kehamilan delapan minggu. Dan bentuk payudara yang semakin besar itu akan sangat terlihat seiring dengan bertambah dekatnya waktu kelahiran. Jika pada saat ini payudara tetap terlihat kecil, jangan bersedih hati. Bunda bisa tetap menyusui Si Kecil, sama seperti ibu lainnya.

Tetapi, jika payudara ibu tidak membesar dan berubah selama kehamilan, serta tetap terasa lembut setelah persalinan, itu mungkin dikarenakan oleh tidak cukup banyaknya kelenjar susu penghasil ASI di buah dada. Bunda bisa mengunjungi dokter untuk meminta saran dan solusi untuk meningkatkan produksi ASI. Ibu juga bisa mencoba mengonsumsi ASI Booster Tea, pelancar ASI herbal.

Banyak hal yang memengaruhi jumlah produksi ASI selama ibu menyusui. Mulai dari kelahiran prematur, bunda yang kegemukan, bunda memiliki tekanan darah tinggi selama hamil, merokok, hingga mengonsumsi obat-obatan tertentu. Pernah menjalani operasi payudara, terutama operasi pengecilan buah dada, juga bisa menjadi penentu seberapa banyak ASI yang akan dihasilkan nantinya.

Meskipun memiliki payudara kecil, ibu juga bisa menyusui Si Kecil dengan normal. Namun, jika ada masalah selama menyusui, segera kunjungi dokter bunda untuk mendapatkan solusi dan saran. Nutrisi ibu menyusui.

Dikirim pada 20 Oktober 2016 di Uncategories


ASI perah beku dari kulkas bisa diletakkan terlebih dahulu di ruang pendingin pada kulkas, kemudian hangatkan sebagaimana cara di atas. Yang juga penting diketahui yaitu jangan membekukan ulang ASI perah yang sudah dicairkan.

Ada banyak pilihan tempat untuk menyimpan ASI perah, contohnya botol kaca, botol plastik dengan label bebas bahan berbahaya, ataupun kemasan plastik khusus untuk ASI. Lebih baik hindari menyimpan ASI perah dalam kemasan botol yang sering digunakan untuk keperluan umum.

Jika ASI perah diperlukan segera, maka bunda dapat menempatkannya di bawah air mengalir dengan suhu biasa. Kemudian lanjutkan mengairi dengan air hangat. Kalau belum cukup hangat, simpan botol di dalam mangkuk berisi air hangat. Untuk memeriksa apakah suhu ASI sudah cocok untuk si kecil, teteskan ke pergelangan tangan. Apabila suhu sudah sesuai, bisa langsung diberikan pada si kecil.

Khusus untuk kemasan plastik penampung ASI perah yang lebih berisiko bocor, sebaiknya tempatkan lagi dalam kotak kemasan lain sebelum memasukkannya ke dalam kulkas.

Untuk ASI perah yang akan dibekukan, sebaiknya dimasukkan segera ke kulkas. Tapi, jangan isi penuh plastic kemasan, ASI perah biasanya akan mengembang dalam kondisi membeku.

ASI perah yang dibekukan, sebaiknya tidak langsung dikeluarkan dalam suhu ruang. Beberapa penelitian mengungkap perubahan suhu yang cepat dapat memengaruhi kandungan antibodi yang terdapat dalam ASI yang berkhasiat untuk bayi.

Untuk mengatasi produksi ASI yang kurang melimpah, ibu bisa mencoba menggunakan ASI Booster Tea. Meskipun terlihat mudah, jauhi mencairkan ASI perah menggunakan microwave. Alat ini mungkin dapat menciptakan bintik-bintik pada botol ASI perah yang bisa saja berbahaya bagi si kecil. Sekali lagi, perubahan susu yang terlalu cepat pada ASI perah bisa menghilangkan kandungan antibodi yang diperlukan oleh bayi Anda.

Yang tak kalah penting untuk mencegah perkembangan kuman dari ASI perah diantaranya menjaga kebersihan tangan ketika memerah ASI dalam kemasan. Pakailah sabun saat mencuci tangan sebelum memerah baik menggunakan tangan atau pompa ASI, lalu cuci bersih botol kemasan ASI sebelum dilakukan sterilisasi.

Penting untuk terlebih dahulu melakukan sterilisasi botol ASI perah yang akan dibekukan. Lakukan pembersihan dengan merebus botol dalam air panas mendidih sekitar 5-10 menit. Selain itu, dapat dipakai alat sterilisasi elektrik. Namun, cek mengenai ketahanan kemasan pada label. Hati-hati saat melakukan pembersihan botol yang terbuat dari kaca, karena kemungkinan pecah.

Waktu Penyimpanan
Penyimpanan ASI perah lebih baiknya disesuaikan dengan penggunaannya. ASI yang akan dipakai beberapa hari kemudian, lebih baik disimpan ke dalam bagian lemari pendingin yang tidak akan membuat beku.

ASI perah bisa disimpan mulai dari beberapa jam sampai beberapa bulan, tergantung dari suhu penempatannya.

Tips Mencairkan ASI Perah
ASI perah beku yang dicairkan mungkin akan mengalami perubahan pada bau, warna, dan konsistensinya dibandingkan ASI segar. Beberapa bayi ada yang menolak ASI perah beku, apabila demikian sebaiknya memperpendek masa simpan ASI.

Ingatlah untuk memberikan nama berisi tanggal ASI diperah pada botol kemasan. Dahulukan ASI dalam kemasan yang lebih lama.

Untuk mencairkan ASI perah yang dibekukan, dapat menggunakan penghangat ASI elektrik yang bisa digunakan di rumah atau di mobil. Jika tidak tersedia, maka Anda bisa menempatkan botol penyimpan ASI perah ke dalam panci berisi air hangat. Tunggu beberapa saat. Ingat, jangan meletakan baskom tersebut di atas kompor yang menyala.

Dikirim pada 18 Oktober 2016 di Uncategories
Profile

“ Haji/Hajjah Agus Nglurah ini masih belum mau dikenal orang, mungkin masih malu. “ More About me

Page
Archive
Categories
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 781 kali


connect with ABATASA